Dan kali ini, Warok Suromenggolo harus mengakui jika dirinya bukan satu-satunya orang yang mesti ditakuti. Untuk disegani saja tidak. Dan sumber persoalannya hanya karena derajat dan perempuan.
Hanya karena tidak ingin anaknya, Cemplok Warsiyah dicintai oleh Gento. Dan karena Gento juga tidak ingin perasaan cintanya bertepuk sebelah tangan, dia kemudian menempuh jalan kekerasan demi legalitas cintanya.
Suromenggolo tidak terima atas perlakuan Gento yang kasar terhadap Cemplok. Dia pun memarahi Gento. Dan demi keamanan pribadi, Gento lari dan melaporkan perlakukan pak denya ke Warok Surogento ayahnya.
Hasutan Gento membuat ayahnya kebakaran jenggot. Akhirnya peperangan pun terjadi. Kakak beradik, Warok Suromenggolo dan Warok Surogento beradu kesombongan, di saksikan Adipati Trenggalek, penguasa wilayah mereka.
Meski akhirnya Surogento mati di tangan kakaknya, penyelesaian tidak semudah dengan matinya salah satu pihak. Sebab ada pihak lain yang belum tentu terima de-ngan kematian Surogento.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar